Berlusconi Muak Saksikan Performa Milan Musim Ini

Performa AC Milan kampanye musim ini jadi sorotan mantan presiden mereka, Silvio Berlusconi. Tak tanggung-tanggung, dia menyatakan penampilan anak didik Gennaro Gattuso kompetisi musim ini tak pantas ditonton.

Aksi Suso dkk sebenarnya tidak begitu jelek. Malahan mereka sekarang bisa kompetitif di papan atas dan tetap memiliki kans berlaga di zona Liga Champions.

Namun begitu Berlusconi melihat penampilan AC Milan kompetisi musim ini tak mencerminkan tim raksasa. Anggapannya tim yang sempat dia besarkan ini tak layak memainkan 1 penyerang tunggal.

“Saya tak senang dengan strategi mereka yang memainkan 1 penyerang. Mereka lebih layak berlaga dengan 2 striker dan ini telah jadi ciri khas tim sejauh ini. 2 striker bakal amat bermanfaat sebab salah satu di antaranya dapat berlaga lebih ke dalam dan berbuat tembakan jarak jauh, ” tutur Berlusconi sebagaimana ditulis Football Italia, Rabu (22/5/2019).

“Gaya berlaga 1 ujung tombak ini membikin mereka berbuat tembakan menuju gawang amat sedikit, ini tak mencerminkan kesebelasan raksasa. Karena itulah aku cuma bisa menonton laga mereka sejauh sepuluh menit saja, usai ini aku segera mematikan TV, ” dia melanjutkan.

Apa yang dibilang lelaki yang sekarang menjabat jadi tim Serie C, Monza, ini mungkin terdapat benarnya. Dari 37 laga yang telah dilalui kompetisi musim ini AC Milan cuma bisa menyarangkan 55 goal, sangat sedikit di antara 6 tim teratas yang lain.

 

Tumbang dari SPAL, Max Allegri Masih Rileks

Juru tak-tik Juventus, Max Allegri, menyatakan jika ia sama sekali tidak khawatir walau para pemainnya mesti bertekuk lutut dari SPAL saat Sabtu (13/4). Anggapannya, sekarang Juventus tengah mengalihkan fokusnya menuju turnamen Liga Champions.

Di pertandingan kontra SPAL, Bianconerri berlaga bersama tim pelapisnya. Sejumlah nama semacam Leonardo Spinazzolla, Andrea Barzagli sampai Grigoris Kastanos serta Paolo Gozzi menghiasi starting XI Juventus di Stadio Paolo Mazza.

“Sebenarnya aku mungkin memainkan tim paling baik pada laga itu serta mengunci scudetto. Namun, kami telah sukses memperlihatkan performa yang bagus pada Serie A kompetisi musim ini serta sekarang tengah memusatkan perhatian menyongsong perempat-final Liga Champions, ” kata Max Allegri dilansir dari website Football Italia.

Pada laga itu, Juventus tidak berhasil mendapat kemenangan usai Sergio Floccari bisa menyarangkan goal pada menit ke-74. Berdasarkan Max Allegri, goal itu tercipta sebab bintang-bintang muda yang masih tidak berpengalaman mengawal jantung pertahanan Bianconerri.

“Kami memainkan lumayan tidak sedikit bintang belia. Mereka sebetulnya bisa memperlihatkan performa yang lumayan bagus. Namun, goal ke 2 dari SPAL jadi bukti jika mereka masih tidak punya lumayan jam terbang. ”

“Di paruh ke 2, kami bisa memperlihatkan performa yang lumayan bagus. Namun, kami tidak dapat memburu ketertinggalan. Paolo Gozzi berlaga lumayan bagus malahan usai Andrea Barzagli digantikan. Grigoris Kastanos jua sukses memperlihatkan penampilan yang bagus menjadi mezzalla walau sempat sulit pada awal-awal laga, ” tutup Max Allegri.

Benzema Tolak Gagasan Ganti Solari

Bintang Real Madrid, Karim Benzema keberatan dengan gagasan buat menggantikan manajer mereka, Santiago Solari. Dia mendesak supaya Solari setidak-tidaknya dipertahankan sampai penghujung musim.

Bintang berkebangsaan Prancis itu jua sebal dengan pendapat Real Madrid sudah habis usai mereka bertekuk lutut dari Ajax Amsterdam. Dia mengingatkan kembali jika Los Merengues, julukan Real Madrid, sudah mengangkat trofi Liga Champions 3 musim berturut-turut.

“Kami kehilangan laga yang amat vital vs Ajax serta seakan-akan kami tak sekalipun meraih apapun. Jangan lupa jika kita sudah meraih beberapa piala sebelumnya. Piala ini amat sukar serta amat vital, ” tutur Karim Benzema dilansir Football5star dari Marca.

Striker Real Madrid itu percaya seratus persen jika semua pemain ada di belakang Solari. Walaupun demikian, dia menyerahkan semua keputusan pada manajemen tim.

“Saya berharap Solari ada di sini hingga penghujung musim namun ini ialah soal tim serta aku tak mau membahasnya. Kami bareng Solari. Apabila satu skuad tak bersama manajer mereka, maka mereka takkan menerapkan laga menurut yang kami kerjakan hari ini (menang 4-1 lawan Real Valladolid).

“Mengapa berganti manajer saat ini? Kami punya sebelas laga tersisa serta kami berharap ia bakal masih bareng kami. ”

Satu pemberitaan yang meningkat ialah Jose Mourinho disiapkan menggantikan Santiago Solari. Tapi, Karim Benzema keberatan buat memberikan tanggapan serta memberi segalanya pada manajemen.

“Saya tak dapat menjawab Anda, aku memiliki manajer saat ini serta itu soal tim. ”

Simone Inzaghi Klaim Lazio Siap Manfaatkan Status Tuan Rumah

Manajer Lazio, Simone Inzaghi, menyatakan jika para pemainnya bakal menggunakan suport dari seisi Stadio Olimpico di pertandingan Derby della Capitale. Dia percaya semua pendukung Lazio bakal memenuhi Stadio Olimpico dalam laga mendatang.

Dalam laga Derby della Capitale mendatang, Lazio bakal bermain dengan pamor tim tuan rumah. Hal tersebut membikin semua pendukung Biancocelesti bakal punya alokasi tiket yang lebih banyak dibanding suporter AS Roma.

“Kami semua tentu amat menghormati AS Roma sebagai satu tim. Namun, kami sama sekali tidak punya rasa takut menyambut laga Derby della Capitale mendatang, ” tutur Simone Inzaghi dilansir dari situs web Lazio.

“Di laga mendatang, Stadio Olimpico bakal jadi punya kami serta semua pendukung tentu bakal memberi suport yang amat kuat. Kami perlu berlaga dengan sepenuh hati dan memaksimalkan kaki dan kepala buat mendapat pencapaian penuh, ” lanjut Simone Inzaghi melanjutkan.

Di samping punya gengsi yang besar, Simone Inzaghi jua punya misi khusus di laga mendatang. Dia mau mendapat hasil positif demi memotong jarak dengan AS Roma yang sekarang duduk pada tempat kelima Serie A. Menang 6 poin dari Lazio yang terdapat pada tempat keenam.

“Partai yang akan datang punya arti yang amat vital buat team saya, semua pendukung dan tempat di klasemen sementara. Sekarang, kami memang tengah terpaut dari AS Roma pada klasemen. Namun, kami punya kesempatan besar buat memotong jarak dengan mereka pada laga mendatang.”

Dua Modal Apik Indonesia Jelang Lawan Malaysia

Manajer Tim nasional U-22 Indonesia, Indra Sjafri menganggap bahwa Indonesia punya 2 modal bagus jelang melawan Malaysia di dalam laga lanjutan Piala AFF U-22 2019. Tim nasional U-22 Indonesia sendiri pada laga pertama cuma bisa berlaga seri 1-1 kontra Myanmar.

“Pertama, tempat kami kini memiliki 1 angka usai kemarin kami berlaga seri. Sementara mereka (Malaysia) menerima kekalahan, ” tutur.

Keuntungan ke-2 yang bakal menguntungkan Indonesia adalah soal masa recovery. Indonesia yang bermain setingkat lebih awal ketika menghadapi Myanmar disebut punya keuntungan tersendiri di dalam lanjutan Piala AFF U-22 2019.

“(Keuntungan) ke-2, kemarin kami bermain sore sedangkan mereka bermain dini hari. Keberuntugan-keberuntungan ini kami hitung, ” beber Indra.

Pendeknya masa rehat Malaysia disinyalir bakal menjadikan stamina mereka kedodoran. Sebab, saat menghadapi Indonesia mendatang, pemain Ong Kim Swee bakal berlaga di jam 15. 30 WIB. Lantaran pada laga ke-2, terdapat Kamboja yang menghadapi Myanmar.

Di sisi lain, Coach Indra jua memberi kode bakal menjalankan rotasi. Walaupun demikian, dia ogah berbuat rotasi besar-besaran karena itu kompetisi raksasa yang jarak mainnya mepet.

“Tidak terdapat sebab bagi aku buat lakukan rotasi besar-besaran di dalam satu kompetisi. Ini tak mungkin. Namun, terdapat rotasi, pergantian bintang pada beberapa tempat yang menurut team saya pantas buat melawan Malaysia, kemungkinan dilaksanakan, ” beber Indra.

Bekas Asisten Puji Sikap Jujur Jose Mourinho

Aitor Karanka, yang sempat berduet menjadi asisten, memberi sanjungan pada sosok Jose Mourinho. Juru tak-tik dari Portugal itu ia nilai menjadi orang yang jujur walau kadang ini sulit buat anak asuhnya.

Karanka sempat jadi tangan kanan Mourinho kala berada di Real Madrid sepanjang 3 kampanye musim. Jadi, cukup banyak ia paham seperti apakah sikap pelatih dari Portugal itu.

The Special One selama itu dikenal sebagai seorang dengan pendekatan yang terbuka pada penggawa. Apabila ia menganggap seorang penggawa main buruk, maka Mourinho tidak segan buat mencibirnya, bahkan di depan para media sekalipun.

Tingkah laku Mourinho yang terus mengomentari anak asuhnya memperoleh banyak kritikan. Namun, kenapa Karanka malah memuji hal itu? Temukan sebabnya dibawah ini.

Aitor Karanka mengerti jika apa yang dikerjakan Jose Mourinho ini sesungguhnya tidak disukai orang-orang. Namun, untuknya lebih bagus dimusuhi oleh seorang bintang demi kepentingan kesebelasan. Untuknya, kesebelasan lebih utama dari pribadi.

“Bareng Mourinho, aku menyaksikan jika lebih bagus berhadapan dengan penggawa, buat ngomong apa yang Kamu saksikan. Juru tak-tik lainnya menjanjikan apa yang tak mereka saksikan serta memberikan asa yang tidak pernah terjadi,” ungkap Karanka.

“Lebih bagus menyatakan pada bintang apakah yang Kamu saksikan, inilah yang berlangsung. Jose terus mengerjakannya, ia mencari yang paling baik buat kesebelasan.”

“Mungkin apa yang ia kerjakan bukan hal yang baik buat individu selaku pemain sepakbola, namun ini yang paling baik buat kesebelasan. Ia biasanya mengerjakan hal tersebut dengan adil,” lanjut lelaki yang sekarang menangani Nottingham Forest itu.

Selepas jadi asisten Mourinho di Santiago Bernabeu sepanjang 3 kampanye musim, Karanka sudah diangkat jadi pelatih Middlesbrough. Karanka mengakui tidak sedikit peran dari Mourinho buat dapat melakoni sepak terjangnya menjadi pelatih.

“Tentu saja. Aku melakoni 3 musim yang amat bagus bareng dengannya serta kami terus berkonsultasi, seperti juga bersama Silvino Louro serta Rui Faria, ia 2 asisten lainnya. Kerja bersama Jose menambah pengetahuan Ku serta aku belajar banyak dari dirinya,” cetus Karanka.

Guardiola Coret MU dari Persaingan Gelar Liga Inggris

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memperhitungkan cuma tersedia 5 kesebelasan yang dapat kompetitif berebut trofi Liga Inggris kampanye musim ini.

City sekarang ada pada pucuk klasemen bersama raihan 23 angka. Jumlah yang serupa di miliki Liverpool pada tempat ke 2, tapi The Reds menerima kekalahan tertinggal goal.

Pada posisi 3, 4 serta 5 tersedia Chelsea, Arsenal serta Tottenham Hotspur dengan raihan 21 poin. Adapun Manchester United sekarang terpaut lumayan jauh. Armada Jose Mourinho ini ada pada peringkat sepuluh bersama raihan 14 angka.

“Saya tak bimbang mengenai persaingan berat 5 kesebelasan. Cuma ada 2 angka perbedaan antar 4, 5 ataupun 6 kesebelasan. Mereka semua amat hebat,” tutur Guardiola pada Soccerway.

Guardiola pun menyinggung tentang power Tottenham. Tim paling akhir bakal dihadapi City di awal minggu depan.

“Anda menyaksikan susunan penggawa 11, 12, 13 pesepakbola inti dari Tottenham sepanjang 5 ataupun 6 musim terbaru, Tottenham terus di papan atas. Tentu mereka tak bisa berinvestasi dalam pesepakbola sebab stadion mereka yang menguras banyak dana. Namun, mereka merupakan kesebelasan besar. Aku telah menyatakan ini semenjak musim perdana aku di sini.”

“Tottenham merupakan kekalahan perdana aku di sini serta aku mengerti betapa kuatnya mereka. Musim kemarin team saya berlaga amat baik pada ke 2 laga, namun mereka memiliki pelatih yang baik [Mauricio Pochettino] serta penggawa apik,” Guardiola melanjutkan.

Ini Dalang Utama Kemenangan Inggris

Di samping main cemerlang menjadi penjaga gawang tim nasional Inggris, Jordan Pickford pun merupakan orkestrator dari goal yang dibuat tim 3 Singa.

Di pertandingan yang bergulir di Stadion Benito Villamarin, Spanyol, tim nasional Inggris sukses menghajar tuan rumah dengan score 3-2, Senin (15/10/2018) atau Selasa malam WIB.

2 skor Raheem Sterling serta satu melalui Marcus Rashford buat Inggris cuma dapat dibalas Spanyol melewati sontekan Paco Alcacer serta Sergio Ramos.

Satu dari sekian banyak bintang tim nasional Inggris yang main sangat superior di pertandingan itu ialah sang penjaga gawang, Jordan Pickford.

Walau kemasukan 2 skor di fase ke 2, Pickford pun melakukan banyak penyelamatan vital.

Di samping itu, Pickford pun punya peran aktif di dalam skema goal tim nasional Inggris.

Malahan 2 skor pertama Inggris terjadi melalui assist yang dia beri.

Di skema goal perdana Inggris, berlangsung enam belas assist sebelum Raheem Sterling sukses membobol gawang Spanyol.

Pemain-pemain Inggris kayak mengundang bintang Spanyol guna sering memberikan tekanan sampai bola kembali menuju kaki Pickford, yang lantas mengimpan assist jarak jauh tepat sasaran menuju Harry Kane.

Assist itu setidak-tidaknya membikin 6 penggawa Spanyol ada di hadapan bola serta terlambat untuk menutup barisan defensif.

kane lalu melanjutkan bola menuju Marcus Rashford yang sukses dimanfaatkan Sterling saat laga sudah berjalan hingga menit ke-16.

Untuk goal ke 2 saat laga sudah berjalan hingga menit ke-30, skema nyaris serupa tercipta.

Pickford balik lagi mengirimkan assist panjang menuju Kane yang sukses mengelahkan Sergio Ramos serta mengirimkan assist ke Rashford.

Rashford tidak membuang peluang buat menyarangkan goal.

Pickford melakukan selebrasi itu dengan berlari menuju arah pemain-pemain pengganti tim nasional Inggris.

Semenjak Piala Dunia silam, Pickford sesungguhnya terkenal menjadi penjaga gawang dengan distribusi bola bagus, dengan tangan mau pun kakinya.

Pertandingan melawan Spanyol makin memperlihatkan itu.

Persib Bantu Bintang Madura Ungkap Catat Rekor Fantastis di Liga 1

Pemain bertahan asing Madura United, Fabiano Beltrame, layak mengucapkan terima kasih pada Persib Bandung. Sebab, 1 goal yang dia cetak menuju gawang Maung Bandung jadi rekor manis selama kariernya pada Indonesia.

Fabiano Beltrame jadi satu dari sekian banyak utama hasil positif Madura United kala menjegal Persib di pertandingan weekend ke-24 Liga satu kampanye musim 2018

Di pertandingan yang berjalan pada Stadion Batakan, Balikpapan, Selasa (9/10/2018), palang gerbang dari Brasil itu turut menyumbangkan 1 goal kala kesebelasannya unggul vs Maung Bandung bersama score 2-1.

1 goal yang dibukukan Fabiano tercipta via titik penalti saat laga sudah berjalan hingga menit ke-27. Sementara 1 goal lainnya dibukukan dengan Zah Rahan Krangar (59′). Adapun goal solo Maung Bandung tercipta via sundulan Muchlis Hadi (49′).

Menurut Labbola, bala bantuan 1 goal itu menghantarkan Fabiano mencatat diri menjadi bek perdana yang mencatatkan dua digit goal pada jaman Liga satu.

Pada awalnya, di turnamen Liga satu kampanye musim 2017, pemain bertahan berumur 36 musim ini menyarangkan hat-trick bareng Laskar Sappe Kerrab.

Sementara pada turnamen Liga satu kampanye musim itu, Fabiano sudah menyumbang 7 goal sepanjang membela Madura United pada kampanye musim 2018.

Walau kalah, pemain Mario Gomez tengah duduk pada pucuk klasemen sedangkan Liga satu 2018.

Maung Bandung memborong 44 angka pencapaian melalui 14 unggul, lima seri serta enam menerima kekalahan melalui 24 pertandingan.

Adapun Madura United sukses merangsek naik menuju posisi ketiga klasemen sementara setelah menyerobot 3 angka melalui Persib.

Mereka mengoleksi 39 angka pencapaian melalui 11 unggul, 6 seri serta tujuh menerima kekalahan melalui 24 pertandingan yang dilalui.

4 Pemain Bintang Arsenal Absen di Laga vs Qarabag

Arsenal tidak bisa diperkuat empat pemain bintang saat menyambangi markas Qarabag di Stadion Tofiq Bahramov Republican, Kamis (4/10/2018) malam WIB.

Ya, di partai kedua babak penyisihan Grup E Liga Europa tersebut, Arsenal tak dapat memainkan Petr Cech, Henrikh Mkhitaryan, Aaron Ramsey, dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Cech yang menjadi kiper utama tim berjulukan The Gunners harus absen lantaran mengalami cedera otot paha sehingga pelatih Unai Emery harus memilih antara Bernd Leno atau Emiliano Martinez.

Gelandang asal Armenia, Mkhitaryan, sengaja tidak dibawa ke Baku, Azerbaijan sebagai bentuk pencegahan dan alasan keamanan.

Saat ini tengah terjadi konflik antara Armenia dan Azerbaijan terkait perebutan wilayah Nagorno-Karabakh.

Sementara itu, Aubameyang absen karena sakit dan Ramsey tetap di London menunggu kelahiran anaknya.

“Mkhitaryan tidak bisa bermain. Aubameyang sakit, sedangkan Aaron Ramsey meminta untuk tetap di London karena istrinya akan segera melahirkan” kata Unai Emery seperti dilansir BolaSport.com dari FourFourTwo.

Menghadapi pertandingan ini, Arsenal memiliki modal positif setelah menuai kemenangan di pertandingan pertama melawan wakil Ukraina, Vorskla dengan skor 4-2 di Stadion Emirates pada 21 September 2018.